Super
Andalah Superstar!
Di dalam mengajar saya cukup bisa mengenal orang hanya dengan pilihan kata yang diucapkannya, dengan pilihan kata yang diucapkan seseorang bisa sehat atau sakit, kuat atau lemah, pemberani atau penakut.
Misalnya, jika ada orang yang secara sepintas tubuhnya sehat tapi dia mengucapkan berulang bahwa dirinya sakit berarti secara pisik dirinya telah menjadi sakit namun sebaliknya jika ada orang yang terbaring dirumah sakit namun dia berbicara tetap semangat seolah-olah dirinya
sehat itu bertanda dia akan cepat sembuh.
Maka untuk bisa anda sehat, kuat dan pemberani pilihlah kata yang menjadikan anda bertenaga! Karena kata-kata yang bertenaga membuat tubuh anda bertenaga dan jiwa anda lebih siap menghadapi berbagai kemungkinan.
Itulah sebabnya kenapa Gito Rollies ditengah usianya yang senja masih banyak yang mengaguminya karena pilihan-pilihan katanya yang bertenaga daripada mereka yang muda namun cenderung memilih melankolis dengan pilihan-pilihan kata yang membuat hidup melemah.
Tidakkah hari ini anda menjadi lebih bersemangat dengan pilihan-pilihan kata yang membuat anda menjadi lebih bertenaga? Tidakkah hari ini anda menatap matahari pagi dengan teriakan optimis membuat anda bertindak dengan penuh keyakinan? Tidakkah anda hari ini dengan tulus menyapa setiap orang yang terungkap dalam kata-kata yang indah?
Jika iya, itulah anda superstarnya!
Salam Cinta,
Agussyafii
Read more!
Qurban
Berkurban Di Hari Raya
Oleh Moeflih
Selain merupakan momentum bagi penyelenggaraan Ibadah Haji, pada hari raya Iedul Adha, bagi sebagian kita yang sanggup disunahkan untuk melaksanakan ibadah Qurban. Secara ritual qurban dilakukan dengan proses adz-dzabhu (penyembelihan) hewan ternak. Syar’i nya ibadah qurban hanya sebatas penyembelihan sampai menetesnya darah hewan qurban ke tanah.
Namun makna yang terkandung di dalamnya ialah bagaimana kita mampu menyembelih keangkuhan dan keegoan yang ada di dalam diri kita, yang akan menghalangi untuk berbuat baik kepada sesama makhluk.
Semangat yang terkandung dalam ibadah qurban ialah bagaimana kita mampu membebaskan diri dari mempertuhankan harta. Dengan demikian diharapkan kita dapat lebih mendekatkan kepada Allah dengan mengurbankan segala potensi yang kita miliki untuk meraih cinta Ilahi.
Persoalannya apakah qurban yang secara rutin sering kita laksanakan mampu mencerminkan makna dan semangat yang terkandung didalamnya, atau hanya menjadi ritualitas semata. Kita melaksanakannya dengan ringan-ringan saja sebagai sebuah kelaziman tanpa nilai pengorbanan didalamnya. Barangkali saja kisah sederhana dari Koran REPUBLIKA ini bisa menginspirasi.
"SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA 1428 H"
Kisah "YU TIMAH"
(dicuplik dari RESONANSI - Republika Desember 2006/Ahmad Tohari)
Ini kisah tentang Yu Timah. Siapakah dia? Yu Timah adalah tetangga kami. Dia salah seorang penerima program Subsidi Langsung Tunai (SLT) yang kini sudah berakhir. Empat kali menerima SLT selama satu tahun jumlah uang yang diterima Yu Timah dari pemerintah sebesar Rp 1,2 juta. Yu Timah adalah penerima SLT yang sebenarnya. Maka rumahnya berlantai tanah, berdinding anyaman bambu, tak punya sumur sendiri. Bahkan status tanah yang di tempati gubuk Yu Timah adalah bukan milik sendiri.
Usia Yu Timah sekitar lima puluhan, berbadan kurus dan tidak menikah.
Barangkali karena kondisi tubuhnya yang kurus, sangat miskin, ditambah yatim sejak kecil, maka Yu Timah tidak menarik lelaki manapun. Jadilah Yu Timah perawan tua hingga kini. Dia sebatang kara. Dulu setelah remaja Yu Timah bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Jakarta. Namun, seiring usianya yang terus meningkat, tenaga Yu Timah tidak laku di pasaran pembantu rumah tangga. Dia kembali ke kampung kami. Para tetangga bergotong royong membuatkan gubuk buat Yu Timah bersama emaknya yang sudah sangat renta. Gubuk itu didirikan di atas tanah tetangga yang bersedia menampung anak dan emak yang sangat miskin itu.
Meski hidupnya sangat miskin, Yu Timah ingin mandiri. Maka ia berjualan nasi bungkus. Pembeli tetapnya adalah para santri yang sedang mondok di pesantren kampung kami. Tentu hasilnya tak seberapa. Tapi Yu Timah bertahan. Dan nyatanya dia bisa hidup bertahun-tahun bersama emaknya. Setelah emaknya meninggal Yu Timah mengasuh seorang kemenakan. Dia biayai anak itu hingga tamat SD. Tapi ini zaman apa. Anak itu harus cari makan. Maka dia tersedot arus perdagangan pembantu rumah tangga dan lagi-lagi terdampar di Jakarta.
Sudah empat tahun terakhir ini Yu Timah kembali hidup sebatang kara dan mencukupi kebutuhan hidupnya dengan berjualan nasi bungkus.
Untung di kampung kami ada pesantren kecil. Para santrinya adalah anak-anak petani yang biasa makan nasi seperti yang dijual Yu Timah. Kemarin Yu Timah datang ke rumah saya. Saya sudah mengira pasti dia mau bicara soal tabungan. Inilah hebatnya. Semiskin itu Yu Timah masih bisa menabung di bank perkreditan rakyat syariah di mana saya ikut jadi pengurus. Tapi Yu Timah tidak pernah mau datang ke kantor. Katanya, malu sebab dia orangmiskin dan buta huruf. Dia menabung Rp 5.000 atau Rp 10 ribu setiap bulan. Namun setelah menjadi penerima SLT Yu Timah bisa setor tabungan hingga Rp 250 ribu. Dan sejak itu saya melihat Yu Timah memakai cincin emas. Yah, emas. Untuk orang seperti Yu Timah, setitik emas di jari adalah persoalan mengangkat harga diri. Saldo terakhir Yu Timah adalah Rp 650 ribu.
Yu Timah biasa duduk menjauh bila berhadapan dengan saya. Malah maunya bersimpuh di lantai, namun selalu saya cegah.
''Pak, saya mau mengambil tabungan,'' kata Yu Timah dengan suaranya yang kecil.
''O, tentu bisa. Tapi ini hari Sabtu dan sudah sore. Bank kita sudah tutup.
Bagaimana bila Senin?''
''Senin juga tidak apa-apa. Saya tidak tergesa.''
''Mau ambil berapa?'' tanya saya.
''Enam ratus ribu, Pak.''
''Kok banyak sekali. Untuk apa, Yu?''
Yu Timah tidak segera menjawab. Menunduk, sambil tersenyum malu-malu.
''Saya mau beli kambing kurban, Pak. Kalau enam ratus ribu saya tambahi dengan uang saya yang di tangan, cukup untuk beli satu kambing.''
Saya tahu Yu Timah amat menunggu tanggapan saya. Bahkan dia mengulangi kata katanya karena saya masih diam. Karena lama tidak memberikan tanggapan, mungkin Yu Timah mengira saya tidak akan memberikan uang tabungannya.
Padahal saya lama terdiam karena sangat terkesan oleh keinginan Yu Timah membeli kambing kurban.
''Iya, Yu. Senin besok uang Yu Timah akan diberikan sebesar enam ratus ribu.
Tapi Yu, sebenarnya kamu tidak wajib berkurban. Yu Timah bahkan wajib menerima kurban dari saudara-saudara kita yang lebih berada. Jadi, apakah niat Yu Timah benar-benar sudah bulat hendak membeli kambing kurban?''
''Iya Pak. Saya sudah bulat. Saya benar-benar ingin berkurban. Selama Ini memang saya hanya jadi penerima. Namun sekarang saya ingin jadi pemberi daging kurban.''
''Baik, Yu. Besok uang kamu akan saya ambilkan di bank kita.''
Wajah Yu Timah benderang. Senyumnya ceria. Matanya berbinar. Lalu minta diri, dan dengan langkah-langkah panjang Yu Timah pulang.
Setelah Yu Timah pergi, saya termangu sendiri. Kapankah Yu Timah mendengar, mengerti, menghayati, lalu menginternalisasi ajaran kurban yang ditinggalkan oleh Nabi Ibrahim? Mengapa orang yang sangat awam itu bisa punya keikhlasan demikian tinggi sehingga rela mengurbankan hampir seluruh hartanya? Pertanyaan ini muncul karena umumnya ibadah haji yang biayanya mahal itu tidak mengubah watak orangnya. Mungkin saya juga begitu. Ah, Yu Timah, saya jadi malu. Kamu yang belum naik haji, atau tidak akan pernah naik haji, namun kamu sudah jadi orang yang suka berkurban. Kamu sangat miskin, tapi uangmu tidak kaubelikan makanan, televisi, atau pakaian yang bagus. Uangmu malah kamu belikan kambing kurban. Ya, Yu Timah. Meski saya dilarang dokter makan daging kambing, tapi kali ini akan saya langgar. Saya ingin menikmati daging kambingmu yang sepertinya sudah berbau surga. Mudah-mudahan kamu mabrur sebelum kamu naik haji.
Lebih baik Memberi Dari pada Menerima.
Semoga Kita dapat mengambil Hikmahnya. Amien.
Wassalam
"MoeFth"
Read more!
LBT & LBTD
Berkenaan dengan diadakannya Leadership Basic Training (LBT) dan Latihan Brigade Tingkat Dasar (LBTD) Pelajar Isalam Indonesia (PII) Jawa Barat. Garut, 02-09 Januari 2008. Memberitahukan kepada setiap Pengurus Daerah (PD) untuk memperhatikan persyaratan LBT dan LBTD sebagai berikut.
Oleh Admin
Persyaratan Leadership Basic Training (LBT)
Pelajar Islam Indonesia (PII) Jawa Barat
Garut, 02-09Januari 2008
A. PERSYSRATAN UMUM
1. Pelajar Putra dan Putri dilingkungan Jawa Barat minimal kelas VIII SMP/MTs.
2. Pernah mengikuti Pra Basic atau kegiatan-kegiatan PII.
3. Melampirkan sertifikat Pra Basic atau surat keterangan dari Pengurus Daerah yang menerangkan bahwa yang bersangkutan pernah mengikuti kegiatan PII.
4. Bersedia untuk melaksanakan proses pentrainingan dari awal sampai akhir (dibuktikan secara lisan dan tulisan).
5. Berkomitmen untuk melakukan proses tindak lanjut pentrainingan di sekolah, lokal (daerah) dan regional (Jawa Barat).
6. Membawa surat Mandat dari Pengurus Daerah yang mengutusnya.
7. Membawa Fotokopi identitas diri (kartu OSIS/KTP/SIM) sebanyak 1 lembar dan Melampirkan photo berwarna terbaru ukuran 3X4 sebanyak 2 buah.
8. Membawa surat izin dari orang tua/wali.
9. Membayar ketentuan administrasi yang telah ditentukan oleh panitia.
10. Membawa perlengkapan sebagai berikut :
a. Perlengkapan sholat termasuk mushaf Al-Quran
b. Perlengkapan alat tulis.
c. Pakaian ganti selama seminggu.
d. Peralatan mandi.
e. Obat pribadi.
B. PERSYSRATAN KHUSUS
1. Membaca dan membawa buku, jurnal, artikel, koran dan majalah tentang : Keislaman, Pendidikan dan kebudayaan, Teknologi Informasi, Kepemimpinan, Keummatan, Perbankkan, Lingkungan dan Kesehatan, ke-PII-an, Kamus (Arab, Inggris, Indonesia, dan ilmiah kontemporer).
2. Membuat tulisan tentang “Peranan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) bagi Organisasi†dengan ketentuan : ditik pada ketas A4 set up (top 2, bottom 2, left 3, right 2) hurup Arial Narrow spasi 1,5 atau ditulis rapi pada kertas folio minimal 2 lembar maksimal 5 lembar.
3. Membuat makalah dengan memilih salah satu tema dibawah ini :
a. Semangat Tahun Baru Hijriyah 1429 H.
b. Implikasi Film Religi Terhadap Pelajar.
c. Pengaruh Ideologi Barat Terhadap Islam.
d. Sikap PII Terhadap Pemilih Pemula (khususnya menghadapi Pilgub Jabar April 2008).
e. PII sebagai Rumah Pelajar.
dengan ketentuan : ditik pada ketas A4 set up (top 4, bottom 3, left 4, right 3) hurup Arial Narrow spasi 1,5 atau ditulis rapi pada kertas folio minimal 10 lembar maksimal 20 lembar.
4. Membuat kliping seputar Dunia Pelajar atau Pendidikan beserta analisisnya minimal 10 lembar dan maksimal 20 lembar (disampul).
5. Menginfaqkan buku tentang Pendidikan atau Teknologi Informasi masing-masing peserta 1 buah. (untuk Perpustakaan PW PII Jabar).
Bandung, Desember 2007
TTD
ADI FITRIYADI, A.Ma.
Koordinator Tim Instruktur
Catatan :
Persyaratan dikirim paling lambat 31 Desember 2007, dengan dialamatkan kepada Tim Instruktur LBT PW PII Jawa Barat : Jalan Ir H. Juanda No 285 Mesjid Al-Ihsan Darul Hikam Lt 2 Kel. Dago Kec. Coblong Bandung 40135 atau via E-mail : kang_adi9@yahoo.co.id atau e-mail : pii-jbr@yahoo.com Contact Person : 085659017987 dan 081809501759.
Persyaratan Latihan Brigade Tingkat Dasar (LBTD)
Pelajar Islam Indonesia (PII) Jawa Barat
Garut, 02-09Januari 2008
1. Lulus LBT
2. Mambawa Mandat dari korda/daerah
3. Siap mengikuti sampai akhir
4. Membawa pakaian lapangan
5. Celana panjang hitam
6. Baju kaos hitam panjang
7. Sepatu /topi rimba kaos kaki 4 pasang
8. Jas hujan ,ponco,rengkut,jaket
9. Membawa beras 1 liter/alat makam pribadi
10. Membawa mie 5 bungkus/ makanan ringan
11. kacang hijau ¼ kg/susu
12. Gula merah ¼ kg
13. Lilin 1 bungkus /korek api 1 bungkus
14. Ikan Asin 1 bungkus
15. senter
16. Golok/pisau
17. Kompas
18. Membawa tenda dari tiap utusan daerah
19. Al-Qur'an terjemah
20. Alat sholat
21. Obat pribadi dan keterangan sehat dari dokter
22. Alat tulis
23. Membuat analisa perkembangan daerah masing-masing
24. Membawa buku tentang pendidikan,keislaman
25. Membuat karya tulis minimal lima halamam pilih salah satu tema
berikut:
• Brigade sebagai ujung tombak PII
• PII sebagai organisasi alternatif
• Islam bukan agama teroris
• Revolusi nalar sebagai alternatif pendidikan indonesia
• Brigade pii di era nalar dan fikir bebas( format dan arah gerak)
• Brigade pii ke masa kini dan masa depan (Eksitensi)
Catatan: untuk tiap korda/daerah bagi yang akan mengirimkan
Perserta LBTD harap konfirmasi berapa jumlah peserta
Paling lambat satu hari sebelun hari h kepada panitia
Read more!